Pilrek Unsil, Qou Vadis?

Pendidikan63 Dilihat

RADAR TASIKMALAYA – Mengawali tahun 2026 ini, Universitas Siliwangi sedang dalam proses pemilihan Rektor yang ketigkalinya setelah Unsil jadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari tahun 2014.

Pemilihan Rektor Universitas Siliwangi  periode 2026-2030 telah memasuki tahap penjaringan. Terdapat delapan bakal calon Rektor yang akan disaring menjadi tiga calon.

Adapun kedelapan bakal calon tersebut, yakni Prof Dr Eng Ir Aripin IPU ASEAN Eng; Dr Asep Suryana Abdurrahmat SPd MKes; Dr Nana MPd; Dr Ai Sri Kosnayani SPd MSi; Dr Ade Rustiana Drs MSi; Dr Acep Zoni Saeful Mubarok MAg; Dr Iman Hilman MPd dan Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor SH SAP MHum.

Selama proses penjaringan dari pengembilan dan penyeraham formulir pendaftaran, panitia pemilihan Rekrot Unsil 2026-2030 yang diketuai oleh Dr Nanang Rusliana SE MSi telah berupaya memberikan layanan yang optimal, memperlakukan yang sama kepada siapapun yang  berpatisipasi dalam pesta demokrasi kampus, baik dari internal Unsil maupun luar Unsil.

Dari delapan balon tersebut, satu orang merupakan calon dari luar Universitas Siliwangi, dosen dari Universitas Padjajaran, yakni Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor SH SAP MHum.

Pilrek Unsil ini bukan sebatas seremonial atau rutinitas pergantian kepemimpinan tertinggi di Perguruan Tinggi Negari.  Melainkan ajang untuk menentukan nasib Universitas Siliwangi serta menjawab pertanyaan besar, mau dibawa kemana kampus terbesar di Priangan Timur ini.

Sampai menjelang 24 Februari 2026, seluruh bakal calon akan diperkenalkan baik sosok beserta visi, misi dan program kerja yang akan diketahui oleh masyarakat umum terutama oleh warga Universitas Siliwangi. Menjelang penyampaian visi, misi dan program kerja, para pemilih maupun keluarga besar Unsil bukan sebatas membedah pemikiran para bakal calon secara normatif, melainkan membedah agenda nyata dari para bakal calon. Mampu memberikan gambaran untuk perbaikan, memberikan solusi konkret terkait kelemahan maupun kekurangan yang masih ada sampai sekarang.

Demokrasi yang berjalan di lingkungan kampus merupakan cerminanan dari suatu peradaban bangsa dan negara.  Kampus bukan sebatas tempat mendidik dan menuntut ilmu, malainkan tempat mencetak generasi karena tidak sedikit pemimpin negeri yang lahir dari dunia kampus. Kampus tempat diskusi, berdialek, memikirkan hal-hal besar dari hal bersifat teoretis menjadi solusi nyata yang sebelumnya dianggap rumit.

Namun, politik kampus bukan politik praktis, melainkan politik akademik yang dalam setiap kepemimpin Rektor akan diuji sejauhmana kemampun dalam pengelolaan sumber daya manusia yang didalamnya kaum yang sering disebut kaum intelektual atau kaum elit. Hal inilah yang harus disiapkan oleh para bakal calon untuk meyakinkan pemilih dalam hal ini para senator Universitas Siliwangi

Sebagai penyelengara dalam hal ini panitia sekaligus pemilik suara dalam pesta demokrasi kampus ini, akan berupaya menjaga integritas dan independensi sebagai panitia. Sebagai anggota senat, berdasarkan arahan ketua senat Universitas Siliwangi Prof Dr Deden Mulyana SE MSi CRA CRP berkomitmen untuk menjaga marwah kampus dan jangan sampai tejebak oleh politik kotor yang dapat mencederai lembaga pendidikan ini.

Capaian rektor sebelumnya patut diapresiasi,  Universitas Siliwangi yang telah memiliki predikat unggul sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Badan Layanan Umum (BLU). Namun, perubahan besar pun harus dinanti. Perubahan tersebut tentunya akan sangat ditentukan oleh kempimpinan yang berkualitas. Lahirnya pemimpian yang baik pun harus sertai dengan proses pemilihan yang adil, terbuka transparan.

Para bakal calon diharapkan mampu meyakinkan para pemilih serta menyempaikan visi, misi dan program kerja yang diketahui oleh seluruh warga Universitas Siliwangi maupun masyarakat umum. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan oleh kepimpinan berikutnya. Layananan harus maksimal, kesejahteraan dosen dan karyawan, beban kerja yang seimbang dengan pendapatan, serta kenyamanan lingkungan dan fasiltas yang memadai.

Perencanaan strategis sesuai dengan roadmap, tidak asal ada dan berjalan tanpa ada analisis kebutuhan dan prioritas. Sosok yang memiliki leadership dan relationship yang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan didalam secara humanis dan memiliki nilai jual dan relasi yang baik ke luar. Mewujudkan kampus yang unggul dan berdaya saing, memberikan kenyamanan dan kebanggaan kepada para mahasiswa dan menciptakan lulusan yang kreatif dan inovatif.

Pada saat pengundian nomor urut bakaln calon Rektor,  Rektor Universitas Siliwangi yang sekarang masih menjabat yakni Prof Dr Ir Nundang Busaeri MT IPU ASEAN Eng mengungkapkan harapan akan muncul pemimpin yang lebih baik, lebih berkualitas dan bermanfaat  dari sebelumnya. Beliau berharap ada estafet kepemimpinan yang lancar, melanjutkan apa yang telah beliau capai serta membenahi beberapa hal yang masih mengalami kendala.

Semoga tahapan Pilrek yang masih akan terus berjalan sampai pada pelantikan bulan Mei 2026 berjalan sesuai dengan rencana. Keluarga besar Unsil dapat memantau langsung selama proses berjalan dengan tetap menjada kondusifitas kampus dan menjaga etika akademik. Masa depan serta nasib Unsil akan ditentukan oleh proses ini. (K Adi Saputra)

Penulis merupakan Panitia Pemilihan Rektor Unsil 2026-2030 sekaligus anggota Senat Unsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *