Bekerja Tanpa Melukai

Ragam Opini18 Dilihat

Setiap pagi saat kita melangkah melewati gerbang kampus, duduk dibalik meja kerja, atau membuka rapat bersama rekan sejawat,  sesunguhnya kita sedang memikul dua amanah sekaligus, Amanah untuk menyelesaikan tugas dengan baik, dan Amanah untuk menjaga hati sesama.

Sering kali kita terlalu focus pada yang pertama hingga lupa menjaga yang kedua. Padahal keberhasilan yang sesungguhnya lahir dari keseimbangan antara kinerja yang unggul dan sikap yang memanusiakan

Bekerja tanpa melukai bukanlah slogan yang indah semata, melainkan sebuah cara pandang, sikap batin dan keterampilan yang harus kita asah setiap hari. Di tengah padatnya agenda, tumpukan pekerjaan, dinamika perbedaan pendapat, hingga tekanan untuk memenuhi target, godaan untuk bersikap kasar, berbicara tinggi, menekan orang lain  atau mengabaikan perasaan rekan sering kali muncul tanpa disadari. Kita berpikir “yang penting tugas selesai, nanti bicara baik-baik” padahal luka yang ditimbulkan oleh kata tajam, sikap meremehkan atau keputusan yang tidak mempertimbangkan  perasaan orang lain, sering kali butuh waktu jauh lebih lama untuk sembuh dibanding waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan itu sendiri

Bekerja tanpa melukai bukan berarti kita harus menjadi lunak, menurunkan standar atau mengorbankan prinsip demi menyenangkan semua orang. Sama sekali bukan. Tegas boleh, bahkan harus tapi tegas yang tidak merendahkan. Menyampaikan koreksi diperlukan tapi disampaikan dengan bahasa yang membangun bukan menghancurkan harga diri, memegang aturan adalah kewajiban tetapi dijalankan dengan hati yang luwes dan keadilan yang adil bagi semua pihak. Kita bisa berdebat demi gagasan tanpa perlu menyerang pribadi. Kita bisa menolak permintaan yang tidak tepat, tanpa perlu memandang rendah si peminta. Kita bisa menuntut hasil maksimal tanpa perlu menyiksa rekan maupun diri sendiri

Luka di tempat kerja tidak hanya datang dari benturan fisik, Ada luka yang jauh lebih dalam dan berbekas lama, rasa tidak dihargai, rasa takut berpendapat, rasa diabaikan atau beban batin yang dipikul sendirian. Luka-luka inilah yang perlahan menggerus semangat, merusak kekompakan tim dan pada akhirnya justru menghambat kemajuan Lembaga yang sedang kita bangun Bersama. Sebagus apapun rencana yang kita susun,sehebat apapun capaian yang kita raih, akan terasa hampa jika dibelangnya ada hati yang terluka

Bekerja tanpa melukai juga bermakna baik hati kepada diri sendiri, Jangan biarkan ambisi berubah menjadi kelelahan yang berlebihan, jangan biarkan kesalahan kecil hari ini membuat kita menghukum diri sendiri berbulan-bulan lamanya. Kenali batas kemampuan, berikan ruang untuk istirahat dan pahami bahwa menjadi manusia yang utuh jauh lebih penting daripada sekedar menjadi pekerja yang sempurna

Mari kita mulai dari hal-hal kecil yang sederhana, ucapkan salam dengan senyum saat bertemu rekan, pikirkan dulu sebelum  berbicara, apakah kata ini menyelesaikan masalah atau justru menambah beban.  Dengarkan pendapat orang lain sampai selesai, sebelum kita memotong dan menanggapi. Berikan apresiasi atas usaha kecil sekalipun. Dan tanpa sengaja kita telah menyakiti hati orang,

Karena pada akhirnya  saat masa pengabdian ini selesai dan kita berpisah dari tempat kerja ini, tidak banyak dokumen atau laporan yang akan kita bawa pulang, yang tersisa hanyalah kenangan: apakah kita pernah menjadi orang yang  menyebarkan kegenangan dan kebaikan bagi orang lain atau justru kita meninggalkan jejak luka yang membekas di hati mereka

Semoga Alloh senantiasa membimbing langkah kita, melunakan hati kita dan menjadikan setiap tetes keringat serta setiap kata yang kita ucapkan dalam bekerja sebagai sebagai amal jariyah yang penuh berkah, yang bermanfaat bagi kemajuan Lembaga sekaligus menyebarkan kedamaian bagi setiap hati yang kita temui

Bekerjalah sekeras yang kau bisa, tapi perlakukanlah manusia selembut yang kau mau diperlakukan.***

Penulis: Imas Masdlah, S.Pd

Tenaga Kependidikan – Penata Humas LPMPP Unsil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *