Menuju Center of Exelent Kajian Pesantren dan Politik di Kota Santri

Pendidikan31 Dilihat

SEJAK didirikan tahun 2004, program studi Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi telah menorehkan berbagai prestasi, kontribusi bagi sekitar melalui para alumni yang tersebar di berbagai profesi, baik di jalur politik maupun profesional lainnya. Dengan mengusung visi : “menjadi program studi Ilmu Politik yang unggul berbasis kearifan lokal, berwawasan kebangsaan, berjiwa kewirausahaan tahun 2030, program studi Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi terus berbenah dan berjuang keras untuk mewujudkan visi tersebut melalui misi dibidang Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kolaboratif serta mengembangkan kerja sama dengan stake holder terkait.

Perjuangan panjang untuk menegakkan Jurusan Ilmu politik yang unggul ini tentunya melalui perjalanan yang panjang dan mengharu-biru bagi para civitas akademika. Tentu telah banyak yang dilakukan di bidang Tri Darma. Salah satu adalah menghadirkan studi-studi yang berkualitas dan yang paling utama menghadirkan studi yang berbasis kearifan lokal. Di tahun 2015 Prodi. Ilmu Politik mendapatkan Akreditasi Baik dari BAN PT. Peminat yang asalnya didominasi oleh mahasiswa asal lokal Pringan Timur, sejak berstatus negeri tahun 2014 kemudian mulai diminati oleh ribuan peminat dari berbagai pelosok tanah air dan dengan seleksi yang ketat menghasilkan mahasiswa yang handal dan berprestasi. Tidak kurang berbagai prestasi baik akademik dan non akademik, dapat diraos oleh mahasiswa. Keberhasilan yang paling membanggakan semua civitas Universitas Siliwangi ketika Prodi Ilmu Politik mendapatkan predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) yang berlaku sejak 2 November 2025 berdasarkan SK No. 114/AK.03.05/2026. Hal ini tentunya menjadi pengukuh dan peletup semangat para pengelola dan semua civitas akademika untuk berkomitmen lebih dalam menghadirkan program studi Ilmun Politik yang unggul, berdaya saing tinggi dan berkualitas.

Sebagai satu-satunya program studi Ilmu Politik di Indonesia yang menghadirkan mata kuliah penciri Studi Pesantren dan Politik, sejak awal didirikan dua puluh tahunan ke belakang, program studi Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi memang berkomitmen untuk mengangkat kearifan lokal seperti pesantren dalam kajian Ilmu Politik yang serius. Selain bermitra dengan pesantren di sekitar Tasikmalaya, juga melakukan kajian mengenai kearifan-kearifan tradisonal yang berkembang di pesantren dan mengangkat menjadi sajian studi politik yang layak dan berkualitas melalui publikasi jurnal-jurnal, buku, skripsi, karya pengabdian dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya. Salah satunya adalah memperioritaskan studi skripsi mahasiswa dalam studi kepesantrenan dan politik.

Langkah ini tentunya berdasarkan potensi bahwa Tasikmalaya merupakan gudangnya pesantren. Berdasarkan data Kementerian Agama per September-Oktober 2025, provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak adalah Jawa Barat (12.977 lembaga). Angka ini menyumbang sekitar 30,6% dari total pesantren nasional dan menempatkan Jawa Barat sebagai pusat pesantren tertinggi di Indonesia, di mana Kabupaten Tasikmalaya berada pada posisi ke-1 di Jawa Barat dengan jumlah pesantren 1.344 dan Kota Tasikmalaya sebanyak 270-lebih yang tentunya berpotensi memberikan sumbangsih dominan dalam pengembangan intelektualitas, moralitas, etika ke-Islaman dan pengembangan studi Islam ke depannya. Potensi ini menjadi salah satu modal utama dan potensi emas bagaimana pesantren dapat dikembangkan menjadi kekuatan utama dalam menopang pembangunan manusia dan pembangunan di bidang lainnya seperti ekonomi kreatif.

 

Menjadi Center of Exelent dalam Studi Kepesantrenan dan Politik

Salah satu komitmen penting terkait dengan keunggulan dan perjuangan visi kearifan lokal adalah komitmen untuk menjadi center of exelent dalam Studi Pesantren dan Politik. Studi pesantren dan politik ini bahkan menjadi Mata Kuliah penciri (ke khasan) yang menjadi langkah implementatif dalam mewujudkan visi berbasis kearifan lokal Tasikmalaya.

Dalam upaya mencapai visi tersebut kedepannya program studi Ilmu Politik akan mengembangkannya melalui pusat studi kepesantrenan yang menjadi center of exelent di tahun 2030 dan menjadi rujukan studi bagi kampus-kumpus di Jawa Barat dan nasional. Upaya ini dikuatkan dengan pola integrasi keunikan prodi Ilmu Politik dengan core keilmuan yang diperkuat dengan mata kuliah penyerta (pendukung) yang sudah berjalan selama ini yaitu Pemikiran politik Islam yang mengkaji dasar normatif hubungan agama dan negara, memberikan landasan teoritik terhadap praktik politik pesantren dan menghubungkan nilai Islam dan demokrasi).

Kemudian mata kuliah pendukung Pilkada dan Kontestasi Politik Lokal (menganalisis dinamika kekuasaan dalam Pilkada dan mengkaji strategi kandidat dalam meraih dukungan), juga mata kuliah Politik Pemerintahan Desa (mengkaji politik di level akar rumput, relevansi kajian pesantren yang banyak berada di desa), Mata kuliah Kajian Partai Politik dan Sistem Pemilu (menjelaskan bagaimana pesantren berperan dalam Pilkada dan kontestasi lainnya di daerah, kyai menjadi aktori nformal yang berinteraksi dengan partai politik).

Mata kuliah Marketing Politik juga menjadi mata kuliah penyerta studi kepesantrenan yang mengkaji kampanye dan strategin politik, keterlibatan kyai pesantren dalam politik praktis dan mobilisasi dukungan. Mata kuliah penciri pesantren dan politik ini pada gilirannya akan memberikan fondasi konseptual dalam memahami politik berbasis kearifan lokal Tasikmalaya sebagai Kota Santri yang memberikan gambaran utuh mengenai relasi kyai dan kekuasaan, pesantren sebagai aktor politik, mengetahui bagaimana budaya politik kaum santri dan peran pesantren dalam demokrasi lokal.

Dampak integrasi mata kuliah penciri dengan mata kuliah penyerta ini pada gilirannya membentuk pemahaman komprehensif lulusan mengenai relasi pesantren dan politik secara teoritik dan praktis, mengasah kepekaaan lulusan terhadap dinamika politik lokal berbasis komunitas pesantren, mampu membaca dan menganalisis peranan pesantren dalam demokrasi lokal, mampu memahami hubungan komunitas, sistem politik dan elit masyarakat serta yang paling utama menjadi bank data dan studi mengenai kepsantrenan dan politik serta hasilnya dapat bermanfaat bagi masyarakat Tasikmalaya khususnya dan dalam ngabdian masyarakat yang lebih luas.

Melalui upaya-upaya yang telah dilakukan ini menjadi bekal berharga di tahun 2030 menjadi centrum kajian kepesantren dan politik yang berkualitas dan mampu berkolaborasi dengan stake holders terkait. Saat ini prodi Ilmu Politik memiliki modal berharga untuk mencapai goal tersebut yakni menghasilkan ratusan studi mengenai kepesantrenan dan politik yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen dari mulai skripsi, buku-buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang dapat diakses oleh semua kalangan di perpustakaan FISIP, memiliki karya penelitian dan pengabdian mengenai kepesantrenan yang terus berkembang dan disempurnakan lagi.

Kedepannya akan menjadi center of exelent bagi semua masyarakat ilmiah yang membutuhkan studi yang serius mengenai kepesantrenan dan politik di Jawa Barat, bahkan Indonesia. Semoga tujuan mulia ini akan tercapai setidaknya di tahun 2030 sesuai dengan visi Universitas Siliwangi itu sendiri. Semoga.

Penulis: Subhan Agung 

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *