Sekolah Peradaban Baru; Transformasi Sekolah Menuju Target SDGs 2030: Dikaji dari Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Sehat

Pendidikan14 Dilihat

RADAR TASIKMALAYA – Sekolah tidak hanya sekedar suatu tempat kegiatan belajar mengajar tetapi sekolah juga merupakan sebuah Ekosistem bagian dari lingkungan alam secara besar yaitu biosfer. Sebagai sebuah ekosistem sekolah dibentuk dari berbagai unsur antara lain : individu, Populasi, Komunitas. Individu terdiri dari berbagai unsur spesies manusia, dan unsur makhluk hidup yang lain termasuk hewan, tumbuhan  dan mikroorganisme. Kumpulan dari berbagai individu atau spesies  yang sejenis yang menempati kawasan terntu membentuk populasi, dan kumpoulan dari beberapa populasi yang ada di sekolah yang saling terjadi interaksi akan membentuk komunitas sehingga kumpulan dari beberapa unsur tersebut terbentuklah Ekosistem Sekolah.

Karena sekolah merupakan sebuah ekositem tempat belajar peserta didik maka sekolah harus dipastikan bahwa sanitasi terpelihara dengan baik sehingga kesehatan lingkungan bisa dijamin aman dan nyaman. Sanitasi sekolah merupakan usaha untuk memenuhi sarana dan prasarana infrastruktur fisik sehingga bisa dijamin kesehatan lingkungan sekolah dengan baik. Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau kualitas lingkungan sekolah yang menjamin warga sekolah tetap sehat dan terhindar dari pengaruh buruk lingkungan sekolah. Unsur unsur yang perlu diperhatikan dalam sanitasi sekolah antara lain : Sarana Air Bersih,Jamban atau toilet, Sarana Pembuangan Sampah, Sarana  Pembuangan Air Limbah. Sedangkan unsur unsur kesehatan lingkungan sekolah diutamakan pada beberpa hal antara lain : Kualitas Udara, Cahaya,Pengendalian Vektor penyakit, Keamanan Pangan (Kantin),kondisi Halaman & Gedung. Antara sanitasi dan kesehatan lingkungan sekolah keduanya haru selaras antara sanitasi dan kesehatan lingkungan sekolah. Sanitasi sebagai sarana fisik, sedangkan kesehatan lingkungan sebagai kulaitas lingkungannya baik biotik, abiotik maupun sosialnya.

Sekolah Adiwiyata

Merupakan sekolah yang melaksanakan program sekolah adiwiyata dan mendapat sertifikasi dari Kementrian Lingkungan hidup, berdasarkan, Peraturan Menteri LHK No. P.52 Tahun 2019: Tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan Peraturan Menteri LHK No. P.53 Tahun 2019: Tentang Penghargaan Adiwiyata (mengatur kriteria dan jenjang penghargaan: Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, dan Mandiri).

Sekolah Adiwiyata berfokus pada Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Program sekolah adiwiyata bukan sekedar sekolah memenuhi standar kebersihan saja ,tetapi lebih jauh untuk membentuk prilaku kolektif warga sekolah yang menkankan pada masalah masalah : 1. Fungsi Sanitasi dan Drainase, 2. Pengelolaan Sampah yang tepat, 3. Penanaman & Pemeliharaan Pohon, 4. Konservasi Air,  5.Konservasi Energi, 6. Inovasi Terkait Lingkungan Hidup.

 Sekolah Sehat,

merupakan ekosistem pendidikan yang melaksanakan secara terpadu program UKS/M (Usaha Kesehatan Sekolah / Madrasah) untuk membetuk lingkungan yang mendukung pertumbuhan jasmani dan rohani peserta didik. Program UKS/M dilaksanakan berdasarkan kebijakan lintas kementerian, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (saat penetapan SKB), KementrianAgama, Kementerian Dalam Negeri.

Peraturan Mentri Kesehatan (PMK) No. 2 Tahun 2023 Tentang Kesehatan lIngkungan mengatur tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan di fasilitas umum, termasuk sekolah. Realisasi Program sekolah sehat dilaksnakan dengan tiga unsur utama yang di sebut Trias UKS : 1. Pendidikan kesehatan : penguatan literasi kesehatan, penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), pendidikan Gizi. 2.

Pelayanan Kesehatan; Cek Kesehatan warga sekolah, pemberian tablet tambah darah (TTD) khusunya untuk peserta didik putri, imunisasi rutin program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat; sanitasi terpenuhi dengan baik, kantin sehat, pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, kawasan tanpa rokok (KTR).

Untuk mendudkung pelaksanaan Trias UKS tersebut, maka diperlukan managen UKS dengan baik antara lain, memenuhi struktur organisasi UKS, adanya program kerja UKS dan melibatkan stakeholder bidang kesehatan Puskesmas, Rumah Saki, Dinas Kesehatan, PMI dan lain lain. Keberhasilan program Sekolah Sehat bukan sekedar lingkugan sekolah yang bersih dan rapi tetapi bagaimana dipastikan setiap warga sekolah memiliki budaya bersih dan sehat.

SDGs (Suistanable Development Goals); sering disebut Tujuan Pembengunan berkelanjutan merupakan agenda Internasional yang disepakati oleh 193 negara anggota PBB pada tahun 2015. Tujuan utama untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet bumi, dan memastikan kemakmuran bagi semua prang pada tahun 2030.

Terdapat 17 tujuan utama pada SDGs, berdasarkan 17 tujuan tersebut ada beberapa yang bisa dilakukan sekolah terkait dengan dengan sekolah adiwiyata dan sekolah sehat yaitu pada tujuan yang :

1.tujuan No. 2. Tanpa kelaparan, memastikan setiap warga sekolah sehat tanpa kelaparan, program sarapan bersama, adanya program MBG merupakan solusi untuk pemenuhan gisi dan mengatasi masalah kelaparan.

  1. tujuan No.3. Kehidupan sehat dan sejahtera, sesuai dengan tujuan sekolah sehat adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan dan kondisi gisi bagi warga sekolah
  2. tujuan No. 4. Pendidikan Berkualitas, terutama terkait dengan pendidikan kesehatan bagi semua warga sekolah.
  3. tujuan No.6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, penyediaan sarana kebutuhan air bersih dan air minum yang sehat, sanitasi sekolah lancar dan sehat.
  4. Tujuan No. 7. Energi bersih dan terjangkau, pemasangan panel surya
  5. Tujuan No. 11. Kota dan Pemukiman Berkelanjutan, sekolah ikut mendukung program adipura
  6. Tujuan No. 12. Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab, sekolah melakukan penangan sampah secara terpadu.
  7. Tujuan No. 13. Penanganan perubahan iklim, sekolah melakukan gerakan penanaman pohon, warung hidup, apotik hidup dalam upaya mengurang karbon,
  8. Tujuan No. 15. Ekosistem Darat, sekolah melakukan pembuatan biopori untuk penyerapan air hujan
  9. Tujuan No. 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan. Sekolah menjalin kerjasama dengan puskesmas, dinas lingkungan hidup, CSR dan lembaga lai untuk melaksanakan program sekolah adiwiyata dan sekolah sehat

Keterkaitan Sekolah Adiwiyata, sekolah sehat, SDGs 2030

Sekolah bukan sekedar melaksanakan pembelajaran dan pendidikan saja saja tetapi sekolah merupakan lingkungan bagian dari ekosistem global. Pada kondisi ini sekolah juga dituntut untuk menjadi ekosistem yang mendukung adanya kepastian kelestarian lingkungan hidup secara global. Transformasi sekolah menuju SDGs 2030 adalah sekolah yang mampu mengintegrasikan nilai nilai adiwiyata pada karakter warga sekolah, melaksanakan standar sekolah sehat dalam segala fasilitasnya, menuju target SDGs sebagai komitmen Global. Dengan mengintegrasikan nilai nilai sekolah adiwiyata dan standar sekolah sehat ikut mewujudkan target SDGs maka kita sedang membangun peradaban baru untuk sekolah masa depan. Sekolah dengan peradaban baru merupakan sekolah yang melaksanakan peningkatan kecerdasan intelektual yang tumbuh subur di atas pondasi budaya pelestarian  lingkungan hidup dan kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.

 

Oleh : SUKARNO

Mahasiswa Program studi : S3  Ilmu Lingkungan

Universitas Sebelas Maret Surakarta

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *